kerumutan1

KEADAAN FISIK KAWASAN

Kerumutan Sang Paru Paru Dunia, terletak di Propinsi Riau. Dilihat dari aspek administratif, kawasan hutan ini terbentang hingga melalui dua kabupaten, yaitu Pelalawan dan Indragiri Hulu. Saking luasnya, kawasannya dibagi tiga di mana pembagian kawasannya dilihat dari kondisi lahannya. Kawasan pertama adalah Kawasan Inti, yang luasnya mencapai 93,222 hektar. Kawasan kedua, Kawasan Lindung Gambut, dengan luas 52,213 hektar lebih. Terakhir, Kawasan Intervensi, yang dimaksudkan sebagai tempat penyelamatan ekosistem rawa gambut, dengan luas lebih dari 1.332.169 hektar.

k2

Daya tarik Kerumutan bukan hanya pemandangan hutan gambutnya. Kamu juga dapat menemukan aneka fauna yang langka, seperti harimau Sumatera. Ada jugaharimau dahan, monyet ekor panjang, kuntul putih, owa, burung enggang, bahkan buaya sinyulong. Hutan ini bahkan menjadi tempat singgah burung-burung saat bermigrasi dan membuatnya ditetapkan sebagai kawasan IBA (important bird area) dan EBA (endangered bird area). Temukan pula tumbuhan-tumbuhan endemis di wilayah hutan rawa gambut dan rawa kering Kerumutan, anntara lain punak, perupuk, rengas, pandan, kantung semar, meranti, nipah, dan lain sebagainya.

Indonesia memang kaya akan wisata dan destinasi yang sangat menarik bahkan wajib dikunjungi, dan dilindungi.

Tanpa alam manusia tidak akan lama bertahan hidup, tetapi tanpa manusia alam akan baik baik saja. karena ALLAH menciptakan alam semesta untuk dijadikan tempat merenung bagi orang orang yang befikir.

JIka alam sudah mulai tidak bersahabat, maka manusia harus siap menerima Derita.

Sampai seorang pria duplikat sehelai rumput, Alam bisa tertawa pada apa yang disebut pengetahuan ilmiah. Obat dari bahan kimia tidak akan pernah berdiri menguntungkan dibandingkan dengan produk dari Nature, sel hidup tanaman, hasil akhir dari sinar matahari, ibu dari semua kehidupan. – Thomas Alva Edison Penemu 1847-1931

“Kami tidak mewarisi bumi dari nenek moyang kita, kita meminjamnya dari anak-anak kita”. – Native American Proverb
Cepat atau lambat kita harus menyadari bahwa bumi juga punya hak, hidup tanpa polusi. Yang harus dipahami umat manusia adalah kita tidak bisa hidup tanpa bumi, tapi planet ini bisa hidup tanpa manusia – Evo Morales